Statistik Kunjungan

Jadwal Waktu Sholat Surabaya

Hubungi Kanwil X DJKN

Telpon : (031) 5615395
Fax : (031) 5615395
Email :
kanwildjkn.surabaya@gmail.com
aparatur_negara@yahoo.com

ANTARA - Berita Terkini

Berita Ekonomi

Berita Teknologi Informasi

Thursday, January 17, 2013

PostHeaderIcon Kanwil DJKN Jawa Timur Dukung Pelestarian BMN Bersejarah Sebagai Aset Negara

Sejak dahulu kala, Nusantara yang kini lebih dikenal dengan sebutan Indonesia tidak hanya dikenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alam, namun juga kaya akan kazanah budaya. Terbentang dari Sabang sampai Merauke tidak terhitung ragam budaya yang dimiliki Indonesia meliputi keragaman bahasa, ras/suku bangsa, peninggalan-peninggalan peradaban masa lampau yang tidak terhitung nilainya. Tentunya kita sebagai generasi penerus harus mempunyai jiwa ikut memiliki “sense of ownership” sehingga timbul kepedulian untuk secara bersama-sama ikut menjaga dan melestarikan agar anak cucu kedepannya bisa tetap menyaksikan keluhuran peninggalan nenek moyang.
Bila kita cermati dan perhatikan di berbagai berita yang beredar di masyarakat luas maka kita akan melihat makin banyak kenyataan yang menunjukkan bahwa budaya kita baik berupa kesenian maupun peninggalan benda-benda bersejarah yang diklaim sebagai peninggalan/warisan leluhur bangsa lain. Bahkan di pasar gelap banyak beredar penjualan benda-benda antik yang merupakan peninggalan sejarah bangsa.
Di Indonesia pihak yang melaksanakan pemugaran, perlindungan, pemeliharaan, pengelolaan, dokumentasi, penyidikan, pengamanan, pemanfaatan peninggalan purbakala bergerak maupun tidak bergerak serta situs peninggalan arkeologi yang berada di lapangan maupun yang tersimpan di ruangan, serta bawah air adalah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang saat ini telah berganti nama menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia yang berada di daerah. Balai ini berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala
Sebagai bentuk kepedulian terhadap peninggalan purbakala dan untuk melakukan penertiban BMN bersejarah, Kanwil X DJKN Surabaya menyelenggarakan rapat bersama BPCB Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto, Jawa Timur. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kakanwil X DJKN Surabaya, Dr. lalu Hendry Yujana, S.E., Ak., M.M. dan dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto, Jawa Timur, Aris Soviyani. Dalam kesempatan tersebut Kakanwil meminta kepada Kepala BPCB Trowulan untuk menjelaskan status dari Benda Cagar Budaya sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Aris memaparkan bahwa Benda Cagar budaya penetapannya terbagi dalam beberapa kluster antara lain Benda Cagar Budaya berdasarkan penetapan Pemkab/Pemkot, Pemprov, dan Nasional bahkan ada yang penetapannya oleh Internasional. Saat ini situs cagar budaya yang berada di bawah pengelolaan BPCB Trowulan sebanyak 256 situs dan masih bisa berkembang jauh lebih banyak lagi dan ini merupakan jumlah terbesar yang dikelola oleh BPCB di Indonesia. “ Sebagian besar disini adalah peninggalan dari Majapahit. Banyak peninggalan berupa emas yang nilainya tak terkira yang sampai saat ini belum bisa dipajang di museum karena keterbatasan tempat dan keamanan. Oleh karena itu mohon kepada Bapak Kakanwil dukungan untuk pembangunan museum,” ujar Kepala BPCB.
Kakanwil menegaskan agar status kepemilikan Benda Caga Budaya harus diperjelas mana yang merukan BMN dan yang bukan BMN. Seiring dengan adanya Destination Statement Kementerian Keuangan, BPCB Trowulan agar segera mengajukan data tanah yang free dan clear untuk proses sertifikasi agar bisa terhindar dari penyerobotan pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu terhadap BMN yang belum dilakukan penilaian agar segera diajukan penilainnya ke DJKN. “ untuk BMN baik bergerak maupun tidak bergerak karena keunikannya tidak bisa dinilai tetap dibuat dalam daftar tersendiri, dan nantinya akan dimasukkan dalam catatan disclosure LKPP,” ujar kakanwil Aris juga menambahkan bahwa banyak warisan Majapahit yang sampai saat ini tetap lestari dan dipakai oleh Indonesia seperti Bendera Merah Putih yang merupakan bendera dan panji kebesaran Majapahit dan “ Bhineka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrwa ” yang tercantum dalam Kakawin Sutasoma, karya Mpu Tantular pujangga besar Kerajan Majapahit. “ Wilayah Kerajaan Majapahit lebih luas dari Indonesia sekarang termasuk di dalamnya mencakup Singapura yang dahulu lebih dikenal sebagai Tumasik. Banyak orang-orang dan negarawan besar lahir dan muncul dari sini. Oleh Karena itu mari kita selamatkan peninggalan adi luhung dari para leluhur kita,” pesan Aris, Kepala BPCB Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Ditulis Oleh : Agung Widodo – Kanwil X DJKN Surabaya

0 comments:

Post a Comment


Konfersi BMN Terbaru Klik Disini

klik untuk download layanan unggulan

Pengumuman Lelang

Pengumuman Lelang
klik untuk melihat pengumuman

Arsip Berita

Opini LKPP

Opini Atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2009 dan 2008 dapat diunduh di sini.

Currency - Jual - Beli

Indeks Saham BEJ

Berita Olah Raga