Statistik Kunjungan

Jadwal Waktu Sholat Surabaya

Hubungi Kanwil X DJKN

Telpon : (031) 5615395
Fax : (031) 5615395
Email :
kanwildjkn.surabaya@gmail.com
aparatur_negara@yahoo.com

ANTARA - Berita Terkini

Berita Ekonomi

Berita Teknologi Informasi

Thursday, September 6, 2012

PostHeaderIcon Kakanwil X DJKN Surabaya : Islam Kaffah Dan Jaminan Tegaknya Integritas Pegawai DJKN

Selasa Sore pukul 16.30 WIB (14/08) setelah siang harinya melaksanakan pengecekan Aset Bekas Milik Asing/Cina, asset tukar menukar antara pemkab Jember dengan PTPN XI, dan penggalian potensi lelang di Perum Perhutani wilayah KPKNL Jember, Dr. Lalu Hendry Yujana, S.E., Ak., M.M., Kepala Kanwil X DJKN Surabaya kembali melaksanakan acara safari Ramadhan di KPKNL Jember dengan penyampaian ceramah agama sekaligus pengarahan.
Kepala KPKNL Jember, Rahmat Effendi selaku tuan rumah menyampaikan selamat datang kepada Kakanwil beserta rombongan yang telah berkenan hadir di acara buka bersama di KPKNL Jember dan pemberian bingkisan lebaran kepada pegawai KPKNL Jember.” Saya berharap di kesempatan yang berbahagia ini, Pak Kakanwil berkenan memberikan arahan dan wejangan kepada kami semua agar selalu lebih giat dalam beribadah dan bekerja agar bisa memberikan hasil yang optimal dan terbaik.,” katanya.
Acara selanjutnya setelah sambutan dari Kepala KPKNL Jember adalah penyampaian ceramah Ramadhan yang bertemakan “ Islam Kaffah Dan Jaminan Tegaknya Integritas Pegawai DJKN “. Di awal ceramah tersebut, Kakanwil menyampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan ini bukanlah untuk menyiksa diri, melainkan untuk melatih dan meningkatkan ketaqwaan. Setan akan selalu menggoda manusia. “ Ingat, setan menggoda Adam di Surga sampai terlempar ke dunia. Apalagi kita manusia biasa yang hidup didunia pasti akan tergelincir jika digoda setan. Oleh karena itu perlu metodologi khusus untuk melawan setan,” ujarnya.
Dari uraian yang disampaikan Kakanwil, terdapat beberapa outcome dari pelaksanaan ibadah puasa, yaitu agar kita semua menjadi bertaqwa, menjadi insan yang selalu bersyukur, dan menjadi manusia yang benar. Untuk mewujudkan outcomes tersebut tidaklah gampang karena harus dipenuhi beberapa syarat agar puasa yang dijalani menjadi berkualitas. Puasa yang berkualitas harus dilaksanakan secara syariat dan hakekat. Beberapa kriteria agar puasa berkualitas antara lain : 1.Niat dan ikhlas 2.Ikhsan 3.Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa 4.Meninggalkan hal-hal yang membuat puasa sia-sia 5.Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat 6.Mempuasakan hati, pikiran, dan organ tubuh 7.Memperbanyak amal shalih selama ramadhan
Dalam menjalankan setiap ibadah apapun termasuk puasa di bulan Ramadhan pertama kali harus dengan niat dan ikhlas, karena segala amal perbuatan ditentukan oleh niat dan dipersembahkan hanya untuk Allah. Kriteria kedua adalah Ikhsan, yakni melaksanakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh tidak setenga-setengah, se-optimal mungkin untuk memperoleh hasil yang terbaik. “ Kalau pondasi niat, ikhlas dan ikhsan kita sudah kuat, maka akan menjadikan iman kita meningkat menjadi taqwa. Dimana orang yang bertaqwa akan melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-nya. Hal ini sangat relevan dengan Integritas, nilai-nilai Kementerian Keuangan,” ujar Kakanwil.
Kriteria ketiga adalah dengan meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa yang merupakan harga mati. Ada hal-hal yang membatalkan puasa yang wajib qodho’ seperti makan minum diwaktu puasa dan wajib qodho’ sekaligus kafarat seperti bersetubuh siang hari di bulan Ramadhan. Keempat adalah meninggalkan hal-hal yang membuat puasa sia-sia seperti marah kepada sesama teman. Kelima adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti menggunjing, mendengarkan berita-berita haram karena ada riwayat menyebutkan bahwa suatu pembicaraan yang diharamkan, maka mendengarkannya juga diharamkan. Jika kita mendengarkan berita haram setara dengan memakan harta haram.
Kriteria keenam yang dapat membuat puasa seseorang lebih bermutu adalah dengan mempuasakan hati, pikiran, dan organ tubuh, yang maknanya puasa secara total lahir dan batin. Oleh karena itu harus dimulai dari hati, kirim ke pikiran baru diwujudkan ke tindakan. Oleh karena itu hati harus terlebih dahulu dipuasakan dari berbagai penyakit hati karena setan menggoda manusia dari hati seperti sombong, iri, dengki, hasat, hasut, dan emosi kemudian baru mempuasakan pikiran dari hal-hal negative thinking, pikiran jorok dan yang tidak berguna, selanjutnya mempuasakan organ-organ tubuh seperti lidah, mata, tangan, pendengaran, dan lain-lain.. Yang terakhir adalah dengan memperbanyak amal shalih selama ramadhan seperti sholat, dzikir, baca Al-Quran, itikaf, menata sholat, perbanyak sodaqoh dan tolong menolong. “ jika kita semua mampu memenuhi ketujuh kriteria diatas mudah-mudahan dapat mewujudkan tujuan dari puasa sesuai Surat Al-Baqoroh, yaitu menjadi pribadi yang makin taqwa,” ujarnya.
Selain beberapa syarat tersebut diatas, dalam pelaksanaan ibdah puasa harus dilaksanakan secara total, lahir dan batin. Hal ini sesuai dengan penjelasan Surat Al-Luqman ayat 20 dimana manusia terdiri dari unsur yang kasar (jasad manusia) dan yang halus ( ruh manusia). Dalam jasad manusia yang kasar terdapat diri zhohir sedangkan dalam ruh manusia terdapat yang disebut diri bathin/hati. Aktivitas yang dilakukan diri zhohir (jasad kasar) dalam melaksanakan amalan dinamakan amalan syariat dan aktivitas yang dilakukan oleh diri bathin (ruh manusia) dinamakan amalan hakekat. Oleh karena itu, Kakanwil meminta agar Values Kementerian Keuangan tidak hanya dibicarakan dimulut saja, melainkan benar-benar menancap dalam dan kuat di dalam hati setiap pegawai DJKN agar bisa wujud dan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu harus harus dilandasi dengan dengan amalan syariat dan amalan hakekat.
Amalan syariat dibagi dalam qauli (yang berhubungan dengan ucapan lidah) dan fiqli (dalam bentuk perbuatan anggota tubuh). Amalan syariat yang berupa qauli dan fiqli mudah ditiru dan diikuti dari apa yang telah dicontohkan oleh Rasullulah. Sedangkan untuk amalan hakekat, sangat sulit untuk memahami bathin Rasullulah karena itu dibutuhkan ilmu dan metode khusus. “ sesuai dengan Surat AZ-Zumar ayat 22, Allah telah berfirman bahwa yang dinilai adalah bathin/hati manusia karena cahaya Allah berada di dalam hati manusia,” terangnya.
Setiap pelaksanaan amalan harus memenuhi unsur hakekat, qauli, dan fiqli. Amalan syariat tanpa hakekat adalah kosong/sia-sia/jasad tanpa ruh sedangkan amalan hakekat tanpa syariat tidak sah/bernyawa tanpa tubuh. “ saya disini mengajak anda semua naik kelas dari amalan syariat yang paripurna menuju amalan hakekat. Karena tanpa kedua amalan ini tidak mungkin Values Kementerian Keuangan jalan karena hanya akan berhenti diucapan saja. Saat ini banyak ucapan dan perbuatan jalan tanpa dilandasi dengan hati/bathin,”pintanya.
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil juga menyampaikan materi ceramah terkait dengan current issue di Kementerian Keuangan, yaitu masalah pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi sesuai dengan SE Menkeu Nomor SE-16/MK.1/2012. Saat ini yang baru memiliki Zona Integritas dan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi adalah Kementerian Kesehatan. “ Menteri Keuangan menghimbau agar semua pegawai menerapkan itu semua melalui penandatanganan Pakta Integrias mulai dari pelaksana sampai dengan pejabat eselon I karena Menteri Keuangan menginginkan agar Kementerian Keuangan menjadi contoh disemua birokrasi dan kita semua harus pastikan hal itu. Tidak ada resep yang paling ampuh untuk ini kecuali Puasa Ramadhan yang lulus dengan tujuh kriteria diatas. Hal ini tidak hanya dibicarakan saja, tetapi harus menancap dalam hati, pikiran, dan diwujudkan dalam perbuatan dan tindakan. Ingat… kita semua sedang di dalam Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi,” tegasnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sekaligus penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Kakanwil kepada salah seorang pegawai di KPKNL Jember.

0 comments:

Post a Comment


Konfersi BMN Terbaru Klik Disini

klik untuk download layanan unggulan

Pengumuman Lelang

Pengumuman Lelang
klik untuk melihat pengumuman

Arsip Berita

Opini LKPP

Opini Atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2009 dan 2008 dapat diunduh di sini.

Currency - Jual - Beli

Indeks Saham BEJ

Berita Olah Raga