Statistik Kunjungan

Jadwal Waktu Sholat Surabaya

Hubungi Kanwil X DJKN

Telpon : (031) 5615395
Fax : (031) 5615395
Email :
kanwildjkn.surabaya@gmail.com
aparatur_negara@yahoo.com

ANTARA - Berita Terkini

Berita Ekonomi

Berita Teknologi Informasi

Friday, September 16, 2011

PostHeaderIcon Arahan Kepala Kanwil X DJKN Surabaya dalam Rakorda Tahun 2011

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kanwil X DJKN Surabaya menyelenggarakann hajatan rutin tahunan yaitu melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah Kanwil X DJKN Surabaya. Rapat tersebut diselenggarakan pada tanggal 13 samapi dengan 15 September bertempat di Finna Golf & Country Resort, Prigen Pasuruan. Pelaksanaan rapat diawali dengan penyampaian laporan dari Ketua Panitia Penyelenggara, Heyang Muhanan Kahuripi, SH., MH. yang juga sekaligus Kepala Bagian Umum Kanwil X DJKN Surabaya.
Ketua Panitia Penyelenggara Rakorda menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakorda tersebut diikuti oleh 40 peserta dari Kanwil dan KPKNL di wilayah Kanwil X DJKN Surabaya. Dalam pelaksanaan Rakorda tersebut dilaksanakan pula kegiatan Out Bond. Biaya Rakorda dibebankan pada DIPA masing-masing Satker dan Out Bond dibebankan DIPA pada Kanwil X DJKN Surabaya. “ Rakorda diharapkan akan mendukung kinerja KPKNL dan Kanwil X DJKN Surabaya. Kegiatan Outbond juga diharapkan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, koordinasi dan kerjasama, tanggung jawab, profesionalisme, kepemimpinan, dan juga sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman, penghayatan, pengimplementasian nilai-nilai dalam Kementerian Keuangan,” ujar Ketua Panitia dalam akhir laporannya.Acara selanjutnya adalah penyampaian arahan oleh Dr. Lalu Hendry Yujana, SE., Ak., MM. selaku Kepala Kanwil X DJKN Surabaya. Adapun tema yang disampaikan oleh beliau dalam Rakorda tersebut adalah “ evaluasi kinerja dan diseminasi nilai-nilai Kementerian Keuangan”. Berhubung masih dalam suasana bulan Syawal nan fitri, di awal pengarahannya, beliau menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada semua peserta Rakorda tersebut. Selanjutnya beliau menyampaikan pokok-pokok agenda rapat secara garis besarnya meliputi :
a.Keunikan dan Tantangan Tugas serta Dinamika Organisasi DJKN dalam Konteks Perubahan Kementerian Keuangan;
b.Core Values/Nilai-Nilai Inti (baru) di Kementerian Keuangan;
c.Evaluasi Kinerja sd Juli 2011 dan Penyerapan DIPA per 5 September 2011 ;
d.Highlights: Fokus Perhatian RakordaKementerian Keuangan adalah organisasi yang dinamis yang selalu melakukan perubahan menuju ke arah perbaikan dan kemajuan melalui upaya reformasi birokrasi. Kepala Kanwil X DJKN Surabaya menyampaikan Perubahan Kementerian Keuangan dan Tugas Pemerintahan sesuai dengan arahan Menteri Keuangan, antara lain :
1.Peran strategis Kementerian Keuangan dalam Kebijakan Pemerintahan, karena sekitar 80-85% masalah negeri ini ada di Kementerian Keuangan.
2.Tiga Fungsi Kementerian Keuangan meliputi : Fungsi fiskal untuk penguatan APBN (APBN efektif dan efisien) Fungsi budgeter (alokasi Terikat dan Tidak Terikat – Budget Space terbatas (penguatan APBN yg efisien dan efektif yang sebagian besar (60%) merupakan commited cost/biaya terikat biaya pokok dan bunga, subsidi, pendidikan, DAU, DAK, Dana Bagi Hasil dan space fiscal cuma 15%. Dan fungsi moneter (dalam kaitannya dengan Otoritas Jasa Keuangan yang berada di bawah Kementerian Keuangan)
3.Reformasi Birokrasi mencakup pengembangan SDM, Struktur Organisasi dan Bisnis Proses berikut adanya pengukuran kinerja
4.Rekonstruksi IT System Menyeluruh (sekarang masih IT yang stand alone/terpisah2 belum integrated system)
5.Kajian kembali business process yg berorientasi pada cost Effectifeness: effectivitas anggaran yang lebih memberikan nilai tambah pada stakeholder.
6.Sailo – Sailo (Silo) harus hilang, mengarah kepada Sinergi Internal dan Eksternal (kebijakan pimpinan harus sampai ke bawah dan antar bidang harus menyatu).
7.Membangun dan Menegakkan Sistem Pengendalian Intern yang kuat, dengan adanya pemisahan fungsi operasional dan perumusan regulasi.
8.Core Values yang beragam antar Unit Eselon I harus disatukan.
9.Opini BPK WTP untuk LKPP dan LK BUN bahkan untuk semua LK K/L, thn 2011
10.Arahan Menteri Keuangan : seluruh warga Kementerian Keuangan harus rendah hati/low profile tapi organisasi Kementerian Keuangan harus diusung dengan high profile.
11.DJKN multi interaksi costumer (DPR, BLU, BUMN, BHMN,LSM) yang harus fokus pada kepentingan stakeholder.“ DJKN adalah organisasi yang dinamis, memliki cakupan tugas yang luas, keunikan tersendiri dan tantangan tugas dalam dinamika organisasi,” ujarnya. DJKN merupakan unit yang paling variatif dengan tugasnya sangat banyak dan banyak variasinya. Di lingkungan Kementerian Keuangan, DJKN merupakan satu-satunya unit eselon 1 yang sangat multi interaksi. Dalam pelaksanaan tugasnya, DJKN mempunyai tuntutan tugas yang sangat tinggi. Dibidang Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) diharapkan peran DJKN dalam peran penguatan APBN dan penguatan kualitas LKPP (WDP menuju WTP) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LK-BUN). Dibidang Piutang Negara, DJKN dituntut agar tahun 2014 terwujud zero outstanding. Tentu, hal ini diperlukan SDM yang berkualitas yang memiliki kemampuan dalam melakukan analisis dalam pemberian keringanan hutang.
Dibidang Penilaian, SDM di DJKN khususnya Kanwil X DJKN Surabaya harus tahu bagaimana dan kapan menerapkan business valuation dan business forecasting. Terhadap aset-aset daerah, sebagai langkah awal, Kanwil X DJKN telah membuat MOU dengan Pemkot Surabaya dalam hal penilaian aset daerah. Agar semua tuntutan tugas yang tinggi tersebut dapat teratasi semua, maka perlu peningkatan kemampuan staf dalam Accounting Technic and Financial Analysis yang selama ini belum memadai (mulai awal tahun 2011, dimana Laporan Keuangan sudah memakai International Financial Reporting Standard), harus didukung oleh IT yang terintegrasi, melandaskan setiap pelaksanaan tugas pada peraturan yang berlaku (rule keeping), perbaikan business process secara terus menerus, dan sistem pengendalian intern yang baik.
“ DJKN adalah unit organisasi yang memiliki potensi risiko operasional dan pilitik yang tinggi bila dibandingkan unit organisasi lainnya,” paparnya. Selanjutnya, beliau juga menyampaikan pesan dan arahan Dirjen Kekayaan Negara yang selalu disampaikan dalam berbagai kesempatan, antara lain meliputi :
a.Kinerja organisasi harus baik
b.Temuan BPK rampungkan untuk WTP 2011
c.Road Map PN tercapai
d.Era Utilisasi Aset utk PNBP
e.Ownership di jaga
f.Penyerapan anggaran dgn akuntabilitas baik
g.Mitigasi Resiko dipenuhi, dsbnyaTerkait dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang secara resmi telah diluncurkan oleh Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo pada 29 Juli 2011, bertempat di Aula Utama Dhanapala Kementerian Keuangan yang dihadiri seluruh pejabat eselon I dan eselon II Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia, Kepala Kanwil X DJKN Surabaya menekan betapa pentingnya pemahaman dan kesadaran atas nilai-nilai tersebut. Setiap insan DJKN harus mengetahui, mengerti, memahami, menyadari, dan mampu melaksanakan nilai nilai Kementerian Keuangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Adapun nilai-nilai Kementerian Keuangan adalah sebagai berikut :
1)INTEGRITAS (INTEGRITY) : Berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral
2)PROFESIONALISME (PROFESSIONALISM) : Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi
3)SINERGI (SYNERGY) : Membangun dan memastikan hubungan kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas;
4)PELAYANAN (SERVICE) : Memberikan layanan yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan yang dilakukan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan aman;
5)KESEMPURNAAN (EXCELLENCE) : Senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.
Pada dasarnya masing-masing unit telah mempunyai value yang baik. Namun demikian, masing-masing unit eselon perlu membangun kesatuan value dilingkungan Kementerian Keuangan. Tujuannya agar mendapatkan nilai-nilai yang baik dan disegani sehingga menjadi suatu kementerian terbaik, berkualitas dan bermartabat serta terpercaya. “Karena semakin komplek peran DJKN dalam pengelolaan aset negara dan agar memberikan hasil optimal kepada negara, maka perlu penguasaan atas teori Total Business Planning dan Sistem Manajemen Strategi Sektor Publik,” ujarnya.
Pada akhir pemaparan nilai-nilai Kementerian Keuangan, Kepala Kantor Wilayah X DJKN Surabaya memberikan pesan antara lain :
a.Dalam pengurusan Piutang Negara, pemberian keringanan hutang harus dilakukan dengan hati-hati dan selektif berdasarkan kemampuan analisis legal, accounting and financing (Due Diligence);
b.Perlu peningkatan kemampuan staf dibidang Piutang Negara, Penilaian, Accounting (Financial Statement Analysis) dengan mengikuti perkembangan terkini Standar Laporan Keuangan Internasional yang akan diberlakukan di Indonesia, serta pemberian reward berupa grading pegawai yang diharapkan menjadi faktor motifasi kerja yang lebih baik.
Beberapa highlights yang disampaikan oleh Kepala Kanwil X DJKN Surabaya dalam Rakorda tersebut adalah pencapaian kinerja optimal dan mitigasi resiko, temuan BPK dan Aparat Pemeriksa Fungsional yang harus dituntaskan, Pengurusan Piutang Negara yang harus selesai di tahun 2014, dan di bidang pengelolaan kekayaan negara yang meliputi penguatan APBN, perbaikan LKPP, IP BMN dan rekonsiliasi, penanganan ABMA/C, aset eks PT PPA, BDL, KKKS, dan lain-lain.Rangakaian acara selanjutnya adalah pemaparan materi dari masing-masing bidang dan KPKNL terkait Evaluasi Kinerja sampai dengan bulan Juli 2011 dan penyerapan DIPA per 5 September 2011, diskusi permasalahan yang muncul dalam rapat tersebut, dan perumusan langkah-langkah terobosan untuk mempercepat dan mengoptimalkan dalam pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Sebagai penghujung acara dilaksanakanlah kegiatan Out Bond di tempat yang sama yang langsung dipimpin oleh Kepala Kanwil X DJKN Surabaya. “ Semoga dengan pelaksanaan Out Bond ini dapat meningkatkan koordinasi, sinergi, menumbuhkan semangat leadership, dan kemampuan dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan benar. Selain itu juga dapat menjadikan hubungan antar pegawai menjadi lebih baik, harmonis, mengenal satu sama lain, dan menjadi sarana untuk penyegaran sehingga nantinya dapat meningkatkan produktivitas,” harap beliau di akhir Rakorda tersebut.

0 comments:

Post a Comment


Konfersi BMN Terbaru Klik Disini

klik untuk download layanan unggulan

Pengumuman Lelang

Pengumuman Lelang
klik untuk melihat pengumuman

Arsip Berita

Opini LKPP

Opini Atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2009 dan 2008 dapat diunduh di sini.

Currency - Jual - Beli

Indeks Saham BEJ

Berita Olah Raga